Facebook Twitter RSS Feed
Powered by Blogger.
Showing posts with label semantik. Show all posts
Showing posts with label semantik. Show all posts

PENGERTIAN SEMANTIK



?suge=rwuh.suge=amirSni.

?[smaTik\



Kata SEMANTIK diturunkan dari bahasa yunani, yaitu semanian yang artinnya “bermakna” atau  “berarti”. Menurut aminudin (1988:15) semantik yang semula berasal dari bahasa yunani memiliki makna ‘to signify’ yang berarti memaknai. Sedangkan berdasarkan pendapat lyons (1971:1) menyatakan bahwa semantik pada umumnnya biasanya diartikan sebagai suatu studi tentang makna (semantiks is geenrally defined as the study of meaning). Hal senada juga disampaikan oleh F.R. Palmer dalam kutipannya : “semantiks is the technical term used to refer to the sudy of meaning and since meaning is part of language, semantiks is part of linguistics”
Semantik menelaah tentang lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain.[1] Lebih rinci menjelaskan bahwa semantik adalah cabang linguistik yang bertugas menelaah makna kata, bagaimana mula bukannya, bagaimana perkembanganya, dan siapa saja sebabnya terjadi perubahan makna dalam sejarah bahasa.
Semantik dalam pengertian sempit dibedakan atas dua pokok kebahasaan, yaitu teori referensi (detonasi,ekstensi) dan teori makna (konotasi, intensi).[2]
Rudolf canap membuat pembagian atas semantik deskriptif dan semantik murni. Semantik deskriptif merupakan penelitian empiris terhadap bahasa-bahasa alamiah, sedangkan semantik murni merupakan telaah anlistis terhadap bahasa-bahasa buatan (artifical language).[3]
Obyek studi semnatik adalah bahasa dengan berbagai komponen dan tatarannya. Komponen bahasa adalah leksikon atau kosa kata dari bahas atersebut; sedangkan tataran bahasa adala fonologi dan gramatika atau tata bahasa yang mencakup marfologi dan sintaksis. Dalam sintaksis juga lazim dibicarakan mengenai fungsi, kategori dan peran. Dengan demikian, dapat dikatakan meliputi seluruh komponen dan tataran analistis bahasa.


[1] Mulyono (1964:1)
[2] Sarwiji,2010:11
[3] Tarigan, 1986:5-6

SKRIPSI ISTILAH JATUH DALAM BAHASA JAWA




?su[k]on\.1050900316.
  Istilah “Jatuh” dalam Bahasa Jawa (Analisis Semantik), Skripsi Program Studi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo.


           
            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna setiap leksem-leksem istilah jatuh dalam bahasa Jawa. Selain itu untuk mengetahui kriteria dan penggunaan dari setiap leksem tersebut. Dalam penelitian ini dibatasi masalah sebagai berikut : Bagaimanakah deskripsi makna leksikal, ukuran-ukuran, serta contoh penggunaan kalimat dari leksem-leksem Istilah Jatuh dalam bahasa Jawa serta situasi yang mempengaruhinnya ? dan Bagaimanakah klasifikasi leksem “Tiba” dalam bahasa jawa berdasarkan komponen makna generik dan spesifik dan fakfor-faktor yang mempengaruhinnya?
            Untuk menunjukan penelitian tersebut, peneliti menggunakan landasan teori berupa : 1) Pengertian istilah, 2) Pengertian jatuh, 3) Pengertian bahasa Jawa, serta 4) Pengertian semantik.
            Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, setiap leksem dianalisis sesuai dengan logika penulis serta istilah relevansinya didalam masyarakat Jawa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : teknik observasi, teknik dokumentasi, dan teknik diskusi. Selanjutnya dilakukan pengujian validitas data, adalah mencocokan dengan data yang ada dan masih berlaku di dalam masyarakat sampai saat ini.
            Istilah jatuh adalah salah satu istilah unik yang banyak digunakan didalam masyarakat Jawa sesuai dengan keadaan jatuh tersebut, bermacam-macam istilah yang muncul dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Jawa seperti Tiba, Njungkel, Ndlosor, mrosot, Kepleset, Geblak, Kringkelan, Nggelundhung, nggelindhing, Ambruk, Njlugup, njungkir, Angslup, Kesrimpet, Kejengkang, Ambyar. Selain itu istilah jatuh juga menghasilkan kriteria-kriteria spesifik tentang komponen penggunaan leksem yang lazim diucapkan untuk benda mati maupun benda hidup, serta didapatkan faktor internal maupun faktor eksternal yang mendukung terjadinya kejadian tersebut.
            Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah dalam bahasa Jawa, istilah jatuh dapat menghasilkan  berbagai istilah berdasarkan posisi benda terjatuh, faktor internal dan eksternal yang menyebabkan benda tersebut jatuh serta penggunaan kalimat dari leksem-leksem yang dihasilkan sebagai istilah yang lazim diucapkan.
==============================================
UNTUK FULL SKRIPSINNYA BISA DI :
UNDUH
Untuk Donasi Seiklasnya di W.A : 087836085057