Facebook Twitter RSS Feed
Powered by Blogger.

SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA PERHATIAN ORANG TUA DENGAN MINAT BELAJAR SISWA DI MADRASAH IBTIDAIYAH

Pendidikan pada hakekatnya adalah kesadaran untuk mengembangkan kepribadian dan ketrampilan dan kemampuan yang berlangsung seumur hidup yang dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.Tujuan pendidikan ialah perubahan  yang diharapkan pada subyek didik setelah mengalami proses pendidikan yang baik pada kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya di mana individu itu hidup[1].Pendidikan   Islam   adalah   tindakan   yang  dilakukan  secara sadar dengan tujuan memelihara dan mengembangkan fitrah serta potensi (sumber daya) insani menuju terbentuknya manusia seutuhnya (insan kamil)[2].
Keluarga merupakan suatu bentuk masyarakat terkecil yang mendasar dalam pendidikan anak. Dari dalam keluarga tersebut anak memperoleh pendidikan, bahkan perilaku orang tua ketika anak masih dalam kandungan juga akan membawa pengaruh terhadap kepribadian anak.  Semua perilaku orang tua yang dilihat dan didengar oleh anak merupakan pengalaman atau pendidikan bagi anak tersebut. Anak sebagai dambaan orang tua merupakan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Anak mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan dari orang tuanya untuk mengembangkan kemampuan dasar atau fitrah yang akan berguna bagi kelangsungan hidupnya.Disamping  orang tua bertanggungjawab       terhadap pendidikan anak, orang tua juga bertanggung jawab dalam memelihara keselamatan kehidupan keluarganya. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat At Tahrim ayat 6 :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦
Artinya :
 “Hai orang-orang yang beriman, periharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.[3]

Orang  tua  sebagai  pendidik  dalam  lingkungan  keluarga    untuk mendidik anak-anaknya, agar anak-anaknya dapat lebih minat dalam belajar di sekolah, orang tua harus dapat memperhatikan dan dapat memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani anak. Kunci utama dalam mengarahkan kebutuhan pendidikan anak terletak pada orang tua. Maka dari itu orang tua harus selalu memperhatikan dan memberikan bimbingan yang baik dan menciptakan suasana lingkungan keluarga yang harmonis agar anak merasa tenang dan nyaman sehingga anak mampu mengembangkan potensinya[4].
Orang tua mempunyai kedudukan yang penting di hadapan anak mereka karena orang tua merupakan orang yang pertama dan utama yang dikenal anak dalam mendidik dan memberikan perhatian belajar kepada anak. Kemampuan orang tua dalam memahami anak dan memberikan perhatian atau bimbingan sangat dibutuhkan, karena dengan perhatian dan bimbingan  tersebut  anak  akan  merasa  tenang  dan  nyaman  dan   lebih bersemangat dalam belajar. Dengan demikian minat belajar anak di sekolah akan lebih meningkat.
Sehubungan dengan adanya fenomena yang terjadi dikalangan Siswa-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Senet Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 Secara umu penulis melihat lingkungan orang tua masih banyak dalam menuntut ekonomi keluarga akhirnya orang tua terlalu sibuk dalam bekerja, secara umum penulis melihat anak menjadi kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari ibunya. Dalam proses pembelajaran di sekolah ada sebagian anak yang kurang sungguh-sunggguh atau kurang minat dalam belajar, dia sering terlambat, tidak aktif mengikuti pelajaran.
Sehubungan dengan adanya fenomena yang terjadi dikalangan Siswa-Siswi Madrasah Ibtidaiyah Senet Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali Tahun Ajaran 2015/2016 penulis kemudian tertarik untuk meneliti Hubungan Antara Perhatian Orang Tua Dengan Minat Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah Senet Selo Tahun Pelajaran 2015/2016.




[1] Ahmadi, Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan, (Aditya Media, Yogyakarta 1992) hlm 59

[2] Ahmadi, Islam Sebagai Paradigma Ilmu Pendidikan,hm16
[3] Departemen Agama RI., Al-Qur’an dan terjemahanya,( Jakarta2002) hlm 448
[4] Syah, Muhibbin, Psikologi pendidikan dgn pendekatan baru (Remaja Rosda arya, Bandung 2003). hlm 247

==================================
Untuk download  Full Skripsinya Bisa di Download di
Untuk donasi seiklasnya silahkan W.A 087836085057

0 comments:

Post a Comment