Facebook Twitter RSS Feed
Powered by Blogger.

SKRIPSI PENERAPAN METODE TILAWATI DALAM PELAJARAN BACA TULIS AL QUR’AN KELAS V DI MADRASAH IBTIDAIYAH

Pendidikan dilakukan agar seseorang memperoleh pemahaman tentang suatu ilmu. Pendidikan juga mempermudah seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Dalam pelaksanaannya pendidikan bermula dari seorang pendidik yang mampu menjadikan suasana pendidikan komunikatif dan menyenangkan.sehingga proses pembelajaranpun dapat berjalan dengan lancar dan dapat hasil yang memuaskan. Al-Qur`an adalah kalamullah sebagai pedoman hidup manusia. Untuk dapat memahami ajarannya yaitu dengan cara dibaca, ditulis, dihafalkan, dipahami maknanya, dan dilaksanakan isinya.
Al-Qur`an diberi pengertian sebagai kalam Allah SWT yang  diturunkan atau diwahyukan kepada Nabi Muhammad melalui perantara Malaikat Jibril, yang merupakan mukjizat, yang diriwayatkan secara  mutawatir  yang ditulis  di  mushaf dan  membacanya  dinilai  ibadah. [1]  Dalam
surat Al-Isra`ayat 106 telah diterangkan proses turunnya Al-Qur`an
وَقُرۡءَانٗا فَرَقۡنَٰهُ لِتَقۡرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكۡثٖ وَنَزَّلۡنَٰهُ تَنزِيلٗا ١٠٦
“Dan Al-Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian”.[2]


Dan Allah datangkan kepada manusia Al-Qur`an, yang Allah pisah- pisahkan, yakni Allah menurunkan Al-Qur`an itu secara terpisah-pisah dan berangsur-angsur pada malam lailatul Qadar di bulan Ramadhan selama 23 tahun, Sesuai dengan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan turunnya masing-masing ayat.
Adapun maksud diturunkannya Al-Qur`an secara berangsur-angsur, bagian   demi   bagian   adalah   agar   nabi   Muhammad   bisa   membaca dan
mengajarkannya pada umat manusia dengan perlahan dan hati-hati sehingga mudah untuk menghayatinya. Dengan demikian lebih membantu pemahaman maknanya.[3]
Mempelajari Al-Qur’an bagi setiap umat Islam merupakan suatu kewajiban. Langkah pertama untuk mempelajari Al-Qur’an adalah belajar membaca. Karena seseorang yang dapat membaca tulisan maka langkah selanjutnya seseorang dapat menulis, dan dengan membaca orang hafal dengan abjad huruf-huruf dasar. Membaca Al-Qur`an tidak lepas dari istilah Murotal  (membaca  dengan  irama  atau  lagu).[4]   Karena  menyangkut dengan
kecintaan dan penjiwaan bagi orang yang mentadabur Al-Qur`an dan juga merupakan sunnah Nabi, sebagaimana sabda beliau:
  زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ
Rasulullah SAW bersabda : “Hiasilah Al-Qur`an kalian dengan suara kalian.” (HR. Abu Dawud)[5]


Pada saat sekarang ini masih banyak metode membaca  Al-Qur`an yang cenderung konvensional, yaitu dengan nada lurus sehingga terkesan monoton yang berdampak pembelajaran kurang dapat diminati oleh siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Mempelajari Al-Qur`an termasuk cara membacanya dengan baik dan benar tidaklah mudah seperti halnya membalik tangan. Selain harus mengenal huru-huruf hijaiyah  tentu juga dibutuhkan keterampilan sendiri agar dapat membaca Al-Qur`an secara tartil. Tartil artinya membaca Al-Qur`an dengan perlahan lahan dan tidak terburu-buru dengan bacaan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan  sifat-sifatnya sebagaimana di jelaskan dalam ilmu tajwid.[6] Dari kata tartil inilah lahir istilah murotal yaitu pembacaan Al-Qur`an secara baik, benar dan lancar dengan irama standar.
Dasar membaca dalam Al-Qur`an sudah diterangkan bahwasannya membaca adalah langkah untuk memahami sesuatu.
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ ١  خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ ٢  ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ ٣  ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ ٤ عَلَّمَ ٱلۡإِنسَٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ ٥
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha mulia, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalamDia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”[7] (Q.S.Al-`Alaq: 1-5)[8]


Ayat di atas megungkapkan bahwasannya membaca adalah suatu langkah awal di mana seseorang mendapat ilmu pengetahuan dari pembacaan kemudian timbullah pemahaman sehingga terciptalah suatu ilmu pengetahuan. Belajar adalah salah satu upaya membentuk peradaban yang dicita-citakan oleh masyarakat muslim, maka pemahaman terhadap Al-Qur`an harus ditingkatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam menangkap pesan yang terkandung di dalamnya.
Sebutan bacaan yang baik memiliki banyak aspek, selain etika dalam membaca Al-Qur`an, kata baik juga menyangkut sikap terhadap Al-Qur`an. Dalam membaca Al-Qur`an seorang muslim taksekedar memenuhi persyaratan seperti suci badan, pakaian dan tempat, akan tetapi juga menyucikan hati dan perasaan, agar saat membaca Al-Qur`an yang muncul di hati adalah perasaan cinta dan penuh kerinduan kepada sang pemilik Al- Qur`an.Pada dasarnya Al-Qur`an itu mudah dipelajari, tidak susah dan tidak berat, dengan syarat ada kemauan, keseriusan dan kesungguhan dalam mempelajarinya. Hal tersebut ditegaskan dalam surat Al-Qamar Ayat 17
 وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ١٧
“Dan sesungguhnya kami telah mempermudah Al-Qur`an untuk menjadi pelajaran, maka adakah yang mengambil pelajaran?”[9]

Allah SWT mempermudah pemahaman Al-Qur`an antara lain dengan cara menurunkan sedikit demi sedikit, mengulang-ulangi uraiannya, memberikan serangkaian contoh dan perumpamaan menyangkut hal-hal yang Abstrak dengan sesuatu yang kasat indrawi melalui pemilihan bahasa yang paling kaya kosa katanya serta mudah di ucapkan dan dipahami, terasa   indah oleh kalbu yang mendengarnya, lagi sesuai dengan nalar fitrah manusia agar tidak timbul kerancuan dalam memahami pesannya.[10] Hal tersebut dapat diartikan bahwa membaca adalah suatu tindakan yang dapat  menghasilkan sutu pemahaman dari suatu ilmu. Meskipun hal tersebut termasuk hal yang
kasat di pandang mata atau abstrak. Banyaknya lembaga pendidikan yang mendidik dalam belajar Al- Qur`an, maka lembaga pendidikan (sekolah) yang bercirikan agama (Islam) tanggung jawabnya lebih besar. Selain anak didik harus cakap dalam ilmu pengetahuan umum juga harus cakap ilmu agama pula. Seperti anak yang  yang bersekolah di madrasah Ibtidaiyah (MI) dan yang di Sekolah Dasar (SD), masyarakat memandang bahwa idealnya anak yang bersekolah di MI lebih  bisa membaca huruf Arab dibanding anak SD. Karena di Madrasah Ibtidaiyah lebih banyak mempelajari ilmu Agama Islam. Pandangan seperti itu sudah menjadi satu beban bagi sekolah karena secara tidak langsung berarti anak yang sekolah di Madrasah Ibtidaiyah harus bisa membaca huruf Arab semua.
Seiring berkembangnya zaman maka banyak metode-metode yang diciptakan untuk menunjang keberhasilan peserta didik dalam membaca Al-Qur`an dengan ciri-ciri tertentu demi mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.
Lagu adalah karya sastra yang merupkan simbol dari ekspresi jiwa, perasaan, ide maupun gagasan yang mempunyai peranan penting bagi pendengarnya sebagai pemahaman, cara berhubungan, maupun cara penciptaan.Sebagian besar anak kecil cenderung untuk menyukai lagu-lagu (nyanyian) dan suara yang merdu, terutama jika menggunakan kata-kata yang mudah dihafal. Lagu-lagu (nyanyian) tersebut dapat diperoleh secara lisan dan melalui kaset. Adapun tema dari lagu-lagu tersebut adalah tema-tema yang dapat membantu dan memudahkan peserta didik dalam memperoleh pengetahuan. Seperti kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur`an seperti kisah- kisah tentang binatang dan para nabi, perbuatan-perbuatan  yang baik    seperti jujur, membaca Al-Qur`an dan ketulusan.[11]
Pada penelitian ini, penulis mengangkat satu metode yang telah berkembang pada abad ini, yaitu metode Tilawati. Metode Tilawati  merupakan metode balajar membaca Al-Qur`an yang menggunakan nada-nada tilawah dengan pendekatan yang seimbang antara pembiasaan melalui  klasikal  dan  kebenaran  membaca  melalui  individual  dengan  tehnik    baca simak,[12]  sehingga dalam  pembelajaran peserta didik dapat tuntas dan   khatamdalam membaca Al-Qur`an. Dengan penerapan lagu dalam bacaan Al-Qur`an siswa akan lebih senang dalam proses pembelajaran dan gemar membaca Al- Qur`an sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.
Dalam pembahasan ini, penulis akan memaparkan lebih lanjut tentang metode tilawati sebagai alternatif pilihan dalam rangka untuk dapat membaca Al-Qur`an dengan pemilihan lokasi di Madrasah Ibtidaiyah Senet Selo Tahun Pelajaran 2015/2016.



[1] Ahmad  Syarifuddin,  Mendidik  Anak Membaca, Menulis,  Dan  Mencintai  Al-Qur`An, (Jakarta, Gema Insani, 2005), cet.11, hlm.15.

[2] Al Qur;an dan Terjemahan, Departemen Agama RI, Tahun 1999, Hal 460
[3] Ahmad Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi ,juz XV,(Semarang: P.T. Karya Thoha Putra, 1993), hlm.213

[4] M. Dzikron, Muri Q, hlm.5

[5] 4 Al Imam Abi Dawud, Sunan Abi Dawud Juz I, (Mesir : Al-Qahiroh, 2007), hlm. 295.
[6] Abdul Majid Khon, Praktikum Qiraat Keanehan Bacaan Al-Qur`An Qiraat Ashim Dari Hafash,(Jakarta : sinar grafika offset, 2008), cet.1, hlm.44

[7] Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur`an, Al-Qur`an Terjemah Bahasa Indonesia, (Kudus, Menara Kudus, 2006), hlm.597.

[8] Ibid Hal 350
[9] Ibid Hal 230

[10] M.Quraish shihab, Tafsir Al-Misbah, (Jakarta: Lentera Hati, 2009), hlm.242-243
[11] Syaikh Muhammad Said Mursi, Seni Mendidik Anak, (Jakarta Arroya) hlm.144.

[12] Abdurrahim  Hasan,S.Ag   dkk,   Strategi   Pembelajaran   Al-Qur`An   Metode Tilawati (Surabaya: Pesantren Al-Qur`an Nurul Falah, 2010), hlm 4.

====================================

Untuk download  Full Skripsinya Bisa di Download di
UNDUH
Untuk donasi seiklasnya silahkan W.A 087836085057

0 comments:

Post a Comment