Facebook Twitter RSS Feed
Powered by Blogger.

SKRIPSI PTK PENELITIAN TINDAKAN KELAS UPAYA PENINGKATAN AKHLAK PERILAKU PESERTA DIDIK MELALUI METODE CERITA DI ROUDLOTUL ATHFAL

Sepanjang perjalanan hidup manusia tidak akan terlepas dari apa yang disebut pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik  secara   aktif   mengembangkan   potensi   dirinya   untuk   memiliki  kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.  Dengan demikian, pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan hitam putihnya manusia, dan akhlak juga jadi standar kualitas manusia, artinya baik buruknya akhlak salah satu indikator berhasil tidaknya pendidikan. Dalam rangka menyelamatkan dan memperkokoh akidah islamiah anak, pendidikan anak harus dilengkapi dengan pendidikan akhlak yang memadai. 
Dalam al Qur'an sendiri banyak sekali ayat yang menyindir, memerintahkan atau menekankan pentingnya akhlak bagi setiap hamba Allah yang beriman. Maka dalam rangka mendidik akhlak kepada anak-anak, selain harus diberikan keteladanan yang tepat, juga harus ditunjukkan tentang bagaimana harus menghormati dan seterusnya. Karena pendidikan akhlak sangat penting sekali, bahkan Rasul sendiri diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak. Pendidikan akhlak dan budi pekerti sebagai salah satu aspek pendidikan Islam yang harus mendapat perhatian serius, akhlak merupakan salah satu ajaran yang terpenting, sebab dalam kehidupan sehari-hari kita tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan sosial, baik sesama manusia maupun dengan alam sekitar dan terlebih bagi dalam hubungannya dengan Allah Sang Pencipta. Semasa anak-anak jika jauh dari pendidikan akhlak, tidak diragukan lagi kalau anak tersebut akan tersesat dalam pergaulan. Untuk itu pendidikan akhlak harus mendapat perhatian serius. Dalam hal ini, orang tua, guru dan pendidik harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengarahkan anak atau peserta didik ke arah yang baik, supaya menjadi generasi yang berakhlakul karimah. Masa kanak-kanak dengan usia 3-6 tahun disebut dengan masa prasekolah merupakan masa bahagia dan amat memuaskan kreativitas, seperti bermain boneka, suka cerita, permainan drama, menyanyi, menggambar dan lain sebagainya. Sebagai pendidik baik orang tua maupun guru bertanggung jawab terhadap kesejahteraan jiwa anak. Kedua pendidik tersebut mempunyai wewenang mengarahkan perilaku anak dengan sebagaimana yang diinginkan. Orang tua bertanggung jawab untuk merangsang dan membina perkembangan intelektual anak serta membina pertumbuhan sikap dan nilai-nilai yang baik dalam pembinaan anak dan diharapkan ada saling pengertian dan kerja sama yang erat antara keduanya, dalam usaha mencapai tujuan bersama yaitu kesejahteraan jiwa anak. Maka peranan sekolah terhadap pendidikan menjadi sangat penting mengingat ia merupakan pertengahan antara media masyarakat yang luas. Di lingkungan keluarga, seorang anak hanya bergaul dengan beberapa individu saja yang sifat-sifat jasmani atau karakteristik psikologi dan sosialnya mengalami perubahan yang cukup lambat. Keluarga merupakan tempat pendidikan pertama bagi anak-anak. Orang tua harus mampu memberikan dukungan kepada anaknya untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anaknya. Jika ditemukan anak-anak terhenti kreativitasnya,  maka  lebih  disebabkan  karena  ketidakwaspadaan  orang tua terhadap perkembangan psikologi anak.  Di sinilah pentingnya mengapa mendidik anak itu dimulai sejak dini, karena perkembangan jiwa anak telah mulai tumbuh sejak kecil, sesuai dengan fitrahnya. Dengan demikian maka fitrah manusia itu kita salurkan, kita bimbing dan kita juruskan kepada jalan yang seharusnya sesuai dengan arahnya. Oleh karena itu, pendidikan anak-anak selain diberikan di lingkungan keluarga,  juga  harus  diberikan  pendidikan  formal.  Salah  satu   pendidikan formal untuk anak-anak pra sekolah adalah Raudlatul Atfal (RA).  Perlu diketahui, bahwa pada pendidikan Taman Kanak-Kanak TK memiliki karakteristik-karakteristik tujuan yang akan dicapai, yaitu: mengembangkan jiwa eksploratif, membentuk dan mengembangkan jiwa kreatif serta membentuk dan mengembangkan jiwa kepribadian integral.  Namun tidak semudah itu untuk mewujudkan suatu keberhasilan dari pendidikan Agama Islam, kalau tidak ada kerjasama antara semua pihak terkait. Terutama bagi pendidik dalam menyampaikan materi agama hendaknya memperhatikan langkah-langkah yang harus di tempuh agar materi yang disampaikan dapat diterima oleh anak didik, salah satu diantaranya  adalah penggunaan metode cerita. 
Metode cerita mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan  materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan saja. Metode kisah merupakan salah satu metode yang mashur dan terbaik, sebab kisah ini mampu menyentuh jiwa jika didasarkan oleh ketulusan hati yang mendalam.  Kisah atau cerita sebagai suatu metode pendidikan ternyata  mempunyai  daya  tarik  yang  menyentuh  perasaan. 
 Islam  menyadari  sifat  alamiah manusia untuk menyenangi cerita itu, dan menyadari pengaruhnya yang besar terhadap perasaan. Oleh karena itu Islam mengekploitasi cerita tersebut untuk dijadikan salah satu metode pendidikan.
Dengan adanya permasalahan yang ada dalam upaya meningkatkan akhlak peserta didik di Roudlotul Athfal Perwanida II Tlogolele yang masih bersifat menegur tanpa memberikan contoh-contoh perilaku dengan metode cerita untuk mengalihkan perhatian peserta didik  peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Upaya Peningkatan Akhlak Perilaku Peserta Didik Melalui Metode Cerita di Roudlotul Athfal Perwanida II Tlogolele Kecamatan Selo Tahun Pelajaran 2015/2016.

==================
Untuk download  Full Skripsinya Bisa di Download di
Untuk donasi seiklasnya silahkan W.A 087836085057

0 comments:

Post a Comment