Facebook Twitter RSS Feed
Diberdayakan oleh Blogger.

makalah inovasi pendidikan

MAKALAH
PEMBAHARUAN (INOVASI) PEMBELAJARAN
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat dan Tugas Mata Kuliah
Pengantar Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu
Drs. Ismail M.Pd
oleh
Sukroni
Semester I
PROGDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA DAERAH (BAHASA JAWA)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS VETERAN BANGUN NUSANTARA
SUKOHARJO
2011
BAB I
PENDAHULUAN
I. LATAR BALAKANG
latar belakang adanya Inovasi Pendidikan adalah adanya perubahan sosial
masyarakat. Dalam sejarah belum pernah ada perubahan begitu besar perhatian
masyarakat terhadap perubahan sosial, sepeti yang terjadi pada akhir abad ke-20 ini.
Dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat maka berubah dengan cepat pula
ke berbagai bidang kehidupan. Perubahan sosial menjadi satu kebutuhan kerena dengan
memahami suatu proses perubahan sosial serta system penegelolaanya akan dapat
mengarahkan terjadinya perubahan sosial ke arah tujuan yang akan di capai secara
efektif.
Pada hakikatnya setiap perubahan sosial itu bersifat kompleks dan relative
(Ibrahim, Hal 5). Kompleks artinya akn menyangkut berbagai bidang kehidupan dan
relative artinya dari sudut pandang ada yang menguntungkan tetapi dari sudut pandang
lain ada yang merugikan.
Perubahan sosial merupakana perubahan perilaku dan sikap yang terjadi pada
individu, kelompok individu maupun organisasi, perubahan tersebut di karenakan
terjadinya interaksi antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan
kelompok dengan kelompok, organisasi dengan kelompok atau organisasi dengan
organisasi.
Perubahan sosial berdampak pada system pendidikan yaitu, adanya perubahan
para digma dalam pendidikan. Sampai saat ini pendidikan kita telah melalui tiga
paradigma, yaitu paradigma pengajaran (teaching) dapat diartikan bahwa pendidikan
hanya terjadi di ruang lingkup sekolah yaitu guru sebagai satu-satunya nara sumber yang
akan mentransfer ilmu. Dalam proses pembelajaran, sedangkan murid hanya menyimak
dan mengerjakan tugas. Ini dapat diartikan peran guru tidak melibatkan peran aktif siswa,
pembelajaran (instructions) paradigma ini lebih memberikan perhatian kepapada siswa,
dalam paradigma ini guru tidak hanya sebagai satu-satunya nara sumber dan tidak hanya
sebagai pengajar, namun juga sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam belajar.
Proses pendekatan komunikasi sudah mulai di terapkan dalam pendekatan ini, tugas guru
adalah mengolah pesan dan mengolah pesan agar dapat di terima dengan baik oleh setiap
siswa. Media digunakan sebagai sumber belajar dan guru sebagai fasilitator, dan proses
belajar (learning) paradigma ini menggali lebih dalam lagi seluruh aspek belajar, tidak
hanya proses belajar yang berada di lingkup pendidikan formal tetapi juga di lembaga
non formal. (Dewi Salma P, 2000, hal.2).
Perkembangan pendidikan sangat maju pesat di abad ke 21. abad ke -21
merupakan abad kemajuan teknologi dan ilmu penegetahuan, teknologi menjadi suatu
keharusan dalam menghadapi dunia globalisasi, teknologi komunikasi juga sebagai
penunjang prases belajar tanpa batas, seperti belajar mandiri melalui internet . beajar
mandiri merupakan inti dan proses pembelajaran di masa depan yang cepat, intensif dan
serba terkini (up to date). Belajar mandiri ini sering disebut dengan cyber learning.
II. RUMUSAN MASALAH
Di karenakan kajian masalah mengenai inovasi pendidikan ini sangatlah meluas
cakupanya, maka penulis membatasi dalam rumusan masalah dengan tujuan pembahasan
yang di kaji tidak terlalu banyak bahasanya, tetapi penulis ingin menyampaikan atau
memaparkan pembahasanya secara rinci dengan kemampuan dari penulis sendiri. Adapun
rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Inovasi Pendidikan.
2. Faktor Penghambat Inovasi Pendidikan.
3. Quantum Teaching.
III. TUJUAN MENULIS
Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memnuhi tugas kuliah, mata kuliah Penuliosan Karya Ilmiah.
2. Untuk mengetahui pembaharuan atau inovasi dalam pendidikan.
3. Sebagai bahan bacaan bagi rekan seperguruan dalam bidang inovasi pendidikan.
IV. MANFAAT PENULISAN
Dengan penulisan makalah ini semoga bermanfaat bagi :
1. Mahasiswa dan rekan seperguruan dlam menggali ilmu pendidikan tentang
inovasi pendidikan.
2. Sebagai bahan bacaan untuk umum yang ingin mengetahui tentang perkembangan
pendidikan (inovasi Pendidikan).
BAB II
PEMBAHASAN
A. INOVASI PENDIDIKAN
Inovasi adalah segalala sesuatu yang diciptakan oleh manusia dan dirasakan
sebagai hal yang baru oleh seseorang atau masyarakat sehingga dapat bermanfaat bagi
kehidupannya dikenal dengan istilah “inovasi”. Peningkatan kualitas pendidikan pada
saat ini menjadi perhatian, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat berjalan tanpa
adanya inovasi pendidikan. Apa yang ingin di capai melalui inovasi-inovasi pendidikan
tersebut. Yaitu, usaha untuk mengubah proses pembelajaran, perubahan
yang
menyangkut dalam situasi belajar yang menyangkut kurikulum, peningkatan fasilitas
belajar-mengajar serta peningkatan mutu profesi guru.
Harmijoyo mengemukakan inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru
dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumya serta sengaja diusahakan untuk
meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Dan
menurut Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi (pembaruan) dalam
bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memcahkan masalah-masalah
pendidakan. Dari pendapat dua pakar tersebut dapat di tarik simpulan bahwa Inovasi
Pendidikan merupakan ide, barang, metode yang di rasakan atau di amati sebagai hal
yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat) yang digunakan untuk
mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau untuk memecahkan masalah-masalah
pendidikan.
B. FAKTOR PENGHAMBAT INOVASI PENDIDIKAN
Adapun faktor yang mengehambat dalam inovasi pendidikan adalah sebagai
berikut :
1. faktor Kegiatan Pembelajaran
kegiatan belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang berlangsung selama
kegiatan pengajaran terjadi. Dalam kegiatan belajar mengajar ini terjadi interaksi
antara guru dan siswa. Keberhasilan kegiatan belajar mengajar di tentukan oleh
pribadi guru dan pribadi dari siswa itu sendiri.
Sebagai contoh penggunaan internet merupakan salah satu inovasi
pendidikan, akan sulit diterapkan apabila pribadi guru tidak dapat menerima
penggunaan internet tersebut.
2. faktor Internal dan Eksternal
faktor internal yang di maksud disini adalah siswa. Siswa mempunyai
pengaruh besar dalam proses penerimaan inovasi pendidikan, karena dalam
kegiatan pembelajaran tujuan yang ingin di capai adalah perubahan tingkah laku
siswa. Jadi, dalam memutuskan untuk melaksanakan inovasi pendidikan kita
harus memperhatikan siswa.
Faktor eksternal yang mempengaruhi proses inovasi adalah orang tua
siswa. Orang tua siswa sebagai pendukung siswa baik moral maupun penyedia
dana bagi siswa atau anaknya. Apabila orang tua tidak memberikan dukungan
bagi kegiatan pendidikan maka kegiatan pembelajaran akan terhambat,
Faktor internal dan eksternal lain yang mempengaruhi proses penerimaan
inovasi pendidikan adalah, guru, administrator, konselor, yang terlibat langsung
dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
3. Sistem Pendidikan
Penyelenggara pendidikan di Indonesia di atur dalam undang –undang
yang diatur oleh pemerintah dalam hal ini adalah departemen pendidikan nasional
dalam undang-undang tersebut diatur tentang kurikulum, jenjang, jam belajar
sampai pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas. Jadi, guru dan siswa tidak
dapat berbuat semau mereka. Dengan aturan-aturan tersebut tentu saja kegiatan
pembelajaran dapat berjalan dengan baik, akan tetapi dapat saja terjadi bahwa
guru atau siswa merasa terkekang dengan adanya aturan tersebut.
Selain hambatan-hambatan tersebut diatas, adanya hambatan-hambatan lain
diantaranya adalah sebagai berikut :
C. QUANTUM TEACHING
Quantum teaching merupakan salah satu contoh inovasi pendidikan, model
pembelajaran quatum teaching dalam istilah dapat di artikan Quantum yang pada
dasarnya berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi quantum teaching
adalah “ pendayagunaan bermacam-macam interaksi yang ada, baik di dalam maupun di
sekitar peristiwa belajar, yang mengubah bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang
bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain. Quantum Teaching merupakan ilmu
penegetahuan yang diciptakan bedasarkan teori-teori pendidikan, seperti Accelerated
learning (Lazanov), Multliple intellegences (garder),Dll.
Asas utama Quantum Teaching adalah Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan
Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Artinya, pertama-tama guru harus membangun
jembatan untuk memasuki dunia kehidupan peserta didik/siswa. Tindakan memasuki
dahulu dunia siswa akan memberi guru izin dari siswa untuk memimpin, menuntun, dan
memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang luas.
Peran guru lebih dari pada sekedar pemberi ilmu penegetahuan. Bagi siswa, guru adalah
rekan belajar, model, pembimbing, fasilitator.
Prinsip-prinsip Quantum Teaching.
a. Segalanya berbicara.
b. Segalanya bertujuan.
c. Pengalaman sebelum merupakan pemberi arti.
d. Akui setiap usaha.
e. Banyak hal layak dipelajari maka layak pula banyak hal diberi penghargaan.
Dengan adanya model pembelajaran Quantum teaching ini maka pembelajaran
bukan lagi lagi kegiatan yang membosankan bagi siswa karena siswa ikut terlibat aktif
dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya keterlibatan siswa secara aktif akan
menambah motivasi mereka untuk belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai
dengan baik yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran.
D. PENUTUP
Pendidikan adalah suatu sistem maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang
berhubungan dengan komponen sistem pendidikan. Contoh inovasi dalam komonen
pendidikan, seperti Quantum teaching dan pembelajaran yang kini sudah banyak
menggunakan internet seperti WEB-CT.
Semoga dengan adanya makalah ini dapat bermanfaat serta menambah ilmu
pengetahuan kita dalam menggali ilmu tentang Inovasi Pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim.(1999)Inovasi Pendidikan. Jakarta : Balai Pustaka, 1999.
Deporter,Bobbi,Mark K Reardon dansarah Singer Nourle. (2000) Quantum
Teaching. Bandung : Kaifa.
Prawiradilaga, Dewi S (2000). Inovasi PBM dan Dukungan Institusi atas Pelaksanaanya
(Makalah). Jakarta.
Suprayekti,Dkk (2009). Pembaharuan Pembalajaran. Modul 1-6. Jakarta : Universitas
Terbuka.

2 komentar:

ivan verys mengatakan...

Thanks ya sob sudah berbagi ilmu .............................



bisnistiket.co.id

syukron itu aku mengatakan...

yuhu gan... maturnuwun sampun kersa mersani

Poskan Komentar