Facebook Twitter RSS Feed
Powered by Blogger.

Transformasi Belajar Mengajar

EVALUASI PROGRAM BELAJAR MENGAJAR
A

Dalam menentukan evaluasi program, apa yang dievaluasi dari program tersebut? Dengan kata lain, apakah sasaran evaluasi program tersebut? Untuk dapat mengenal sasaran evaluasi terlebih dahulu kita cermati yang berhubungan dengan aspek yang bersangkutan dengan keseluruhan kegiatan belajar mengajar. Untuk itu kita kenali kembali model tranformasi proses pendidikan formal di sekolah. Pada proses siswa masuk disebut dengan bahan mentah yang akan di tranformasikan ( diubah menjadi bahan jadi) yang disebut (input). Dan setelah siswa masuk kedalam proses belajar  akan didapati keluaran atau (output). Pada gambar di bawah ini  di sajikan hubungan antar konponen masukan mentah, sarana proses, dan keluaran yang sudah selesai diproses.
b 

Gambar proses transformasi belajar mangajar
  1. Input masukan)
Siswa adalah objek yang menerima pelajaran ada siswa kurang pandai, pandai, setiap siswa memiliki bakat intelektual, emosional, sosial, dan lain-lain yang bersifat khusus. Guru harus mampu mengenali kekhususan  dan memberi pelayanan , pendidikan, administratif  secara tepat.
  1. Materi kurikulunm
Di indonesia kurikulum berlaku secara nasional adalah kurikulum yang menganut sistem sentralisasi. Di negara lain seperti amerika serikat, kurikulum sekolah di susun sendiri oleh negara bagian yang bersangkutan karena menganut sistem disentralisasi.
  1. Guru
Guru merupakan kegiatan terpenting dalam proses belajar mengajar. Kepada guru di serahkan untuk di kerjakan suatu masukan bahan mentah, berupa siswa yang menginginkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik di gunakan untuk mengahadapi masa depan yang yang lebih baik dalam kehidupanya.
  1. Metode atau pendekatan dalam mengajar
Berbeda dengan evaluasi terhadap kurikulum, evaluasi terhadap metode mengajar merupakan kegiatan guru untuk meninjau kembali tentang metode mengajar, pendekatan, atau setrategi pembelajaran yang digunakan oleh guru didalam menyampaikan materi kurikulum kepada siswa.
  1. Sarana alat pelajaran atau media pendidikan
Komponen lain yang perlu dievaluasi oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar adalah sarana pendidikan, yang meliputi, mengajar, bahkan sebelum, atau sekurang-kurangnyapada waktu menyusun rencana mengajar, guru telah memilih alat yang kira-kira dapat membantu melancarkan atau memperjelas konsep yang diajarkan.
  1. Linkungan manusia
Pembicaraan yang menyangkut komponen masukan instrumental. Komponen tersebut ada dan ikut menentukan tingkat keberhasilan usaha guru dalam kegiatan belajar mengajar karena memang dengan  sengaja diadakan. Dalam hal inilah guru yang sengaja aktif memilih, agar membantu lancar dalam pencapaian hasil belajar.
  1. Lingkungan bukan manusia
Yang dimaksud lingkiungan bukan manusia adalah hal yang berada di lingkungan siswa (dalam radius tertentu) yang secara langsung maupun tidak, berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Termasuk kategori  lingkungan bukan manusia misalnya, suasana sekolah, halaman sekolah, keadaan gedung, dan sarana lain, tumbuhan di kebun tetangga dan di lingkungan sekolah, pengaruh lingkungan bukan manusia dapat positif ataupun negatif. Tatanan perabot sekolah yang rapi berpengaruh terhadap kesejukan suasana kelas sehingga dapat belajar dengan tentram.
4. cara melaksanakn evaluasi program

                Apabila guru ingin melakukan evaluasi program dengan lebih baik seksama, misanya ingin menelusuri secara khusus latar belakang keluarga siswa, terlebih dahulu harus menyusun rencana evaluasi sekaligus menyusun instrumen pengumpulan data. Mengenai bagai mana menyiapkan instrumen untuk angket, pedoman wawancara, pedoman pengamatan dan sebagainya, dapat di pelajari dari buku-buku penelitian. Sebagai cara yang paling sederhana adalah mengadakan pencatatan terhadap peristiwa yang dialami dari kegiatan sehari-hari di kelas. 
terimakasih http://syukronituaku.blogspot.sg/2016/01/transformasi-belajar-mengajar.html

0 comments:

Post a Comment